Cara Mudah Membuat Pupuk Organik Cair atau POC

Share Artikel ini

Pembuatan POC tidaklah berbeda dengan pembuatan POP (Pupuk Organik Padat), yaitu melalui proses fermentasi bahan-bahan organik yang ada di sekitar kita. Baik itu Tanaman, Kotoran dan Urin Hewan, maupun Limbah

POC bisa dibuat dibuat sendiri-sendiri sesuai unsur makro N,P, dan K, atau langsung pupuk lengkap NPK. Keuntungan dari pembuatan pupuk tunggal adalah tidak boros dalam penggunaannya, karena kita hanya memupuk seesuai kekurangan unsur tertentu pada tanaman kita.

PUPUK TUNGGAL NITROGEN (N)

Bahan :
1.Dedaunan Hijau 10 kg
2.Air 10 ltr
3.Molase 500 ml
4.EM (Bio-Starter) 500 ml
5.Drum 1 bh
6.Gilingan Daging
7.Ember
8.Plastik
9.Tali Rafia

Cara Membuat :

1. Dedaunan digiling sampai halus.
2. Hasilnya dimasukkan dalam ember dan diberi EM, kemudian diaduk hingga merata.
3. Pindahkan hasilnya ke dalam drum dan ditutup
4. Lapisi tutup dengan plasitk dan diikat rapat
5. Tanam dalam tanah selama minimal 7-14 hari

Catatan :

1. Setelah 7-14 hari, jika ramuan tersebut sudah berwarna kehijaun dan berbau menyengat serta mengental airnya, makan ramuan tersebut telah siap dipergunakan.
2. Dosis Penggunaan 15 cc / liter air.

Tanaman dengan Nitrogen (N) Tinggi
– Gamal (Gliricidia)
– Bandotan
– Brannaslla
– Azolla
– Lamtoro
– Kelor
– Kaliandra

PUPUK TUNGGAL POSPHOR (P)

Bahan :
1.Bonggol pisang yang masih segar 5 kg
2.Molase 250 ml.
3.EM4 (Bio-Starter) 250 ml.
4.Air 5 liter.
5.Drum/ember 1 buah.

Cara Membuat :
1. Aduk molase dengan air sampai merata.
2. Masukkan EM dan aduk lagi sampai merata.
3. Batang pisang dicacah smp halus, kemudian dimasukkan dlm karung yang sdh diberi lubang-lubang kecil / kain kasa dan diikat rapat, kemudian dimasukkan ke dlm cairan air dan molase yang tlh disiapkan. Agar tenggelam, berilah pemberat.4. Tutup ember dengan rapat selama 2 minggu,
5. Setelah 2 minggu, keluarkan bungkusan cacahan batang pisang dan diperas agar airnya keluar seluruhnya.
6. Ramuan dikatakan berhasil, jika airnya berwarna kecoklatan dan beraroma menyengat busuk batang pisang.
7.Saring dan ramuan posphor ini telah siap digunakan.
8.Dosis 15 cc / liter air.

PUPUK TUNGGAL KALIUM (K)

Bahan :
1. Jerami 2 kg
2. Daun bambu 0,50 kg
3. Sabut kelapa 10 kg
4. Air 20 liter
5. Drum / ember

Cara Membuat :
1. Sabut kelapa yg akan digunakan direbus dulu utk membuang zat Taninnya. Stlh mendidih diaduk-aduk, kemudian angkat, dinginkan & diperas.
2. Semua bahan dicacah, kemudian dimasukkan dalam karung yang telah dilubangi atau kain kasa dan diikat rapat.
3. Setelah itu bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam wadah yang telah berisi air. Berilah pemberat agar bahan-bahan tenggelam.
4. Tutup rapat drum / ember dan biarkan selama 14 hari.
5. Setelah 14 hari wadah fermentasi dibuka. Apabila air berwarna coklat kehitaman dan beraroma menyengat busuk, maka formula kalium (K) ini sudah berhasil dibuat
6. Saring, dan siap digunakan
7. Dosis 15 cc / liter air

Catatan :
Dianjurkan cara aplikasi Pupuk Tunggal N, P dan K ini untuk tanaman adalah sebagai berikut :

1. Untuk merangsang pertumbuhan dan anakan (khusus padi), semprotkan POC campuran dari unsur hara N dan P, saat tanaman berumur 0-56 hari.

Interval waktu satu minggu sekali. Dosis sesuai yang dianjurkan.

2. Untuk merangsang pembungaan dan pertumbuhan biji yang bernas (khusus padi), Semprotkan POC campuran dari unsur hara P dan K, saat tanaman berumur 63 hari.

Interval waktu 1 minggu sekali sampai mendekati panen, atau menguning bagi biji padi. Dosis sesuai yang dianjurkan. #POC

Selama ini penggunaan pupuk anorganik dan pestisida sintetis, telah menimbulkan berbagai masaalah bagi petani dan alam kita.

Kerusakan sifat fisik, kimia & biologi tanah, merupakan kendala terbesar bg petani dlm budidaya & meningkatkan hasil produksinya. Utk itu dgn penggunaan Pupuk Organik Cair (POC), akan menjadi salah satu solusi dlm memperbaiki masalah tsb, selain jg penggunaan pupuk organik padat.

Manfaat dan Kegunaan POC adalah :

1. Dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada tanaman Leguminosa sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara. #POC
2. Dapat meningkatkan Vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen penyebab penyakit.
3. Merangsang pertumbuhan cabang produksi.
4. Meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah.

5. Mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah.

Bahan dan Alat :
1. Air 10 ltr
2. Limbah rumah tangga5 kg
3. Batang pisang 5 kg
4. Kotoran hewan ternak4 kg
5. Urine hewan 2 ltr
6. Air cucian beras 4 ltr
7. Molase 1 ltr
8. Sabut kelapa 3 kg
9. Serbuk gergaji 3 kg
10. Bio-Starter1 ltr
11. Ember
12. Pisau potong
13. Selang
14. Botol bekas air mineral
15. Tong Plastik
16. Kayu Pengaduk

Cara Pembuatan :

1. Bersihkan bahan yang akan digunakan.
2. Rebus sabut kelapa untuk membuat taninnya.
3. Cincang batang pisang.
4. Aduk molase ke dalam air dan aduk hingga rata.
5. Masukkan Bio-Starter dan diaduk lagi. (Diamkan minimal 20 menit untuk membangkitkan mikroba).
6. Selanjutnya, masukkan kotoran ternak, dan bahan padat lainnya, sambil diaduk agar tercampur merata.
7. Masukkan air kencing hewan, air cucian beras, dan diaduk terus secara perlahan.
8. Tutup tong plastik dengan rapat lalu masukkan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan, dan biarkan ujung selang yang lain masuk ke dalam botol yang telah diberi air.
9. Diamkan selama kurang lebih 10 hari, setelah 10 hari lihat apakah pupuk organik cairnya sudah matang. Jika ternyata belum matang tutup kembali dengan rapat. Tanda kalau sudah matang adalah apabila bau dari pupuk menyerupai aroma fermentasi tape.

(Sebenarnya tidak ada waktu yang baku berapa lama proses fermentasi menjadi pupuk organik, namun jika lebih dari satu bulan aroma pupuk belum menyerupai tape berarti pembuatan pupuk cair telah gagal, meski kemungkinan gagal sangat jarang terjadi).

10. Setelah fermentasi selesai yang harus dilakukan adalah memisahkan cairan dan ampasnya. Bisa disaring menggunakan kain tipis yang penting ampas dari bahan tadi terpisah dengan cairannya.
11. Masukkan cairan ke dalam jirigen dan tutup rapat untuk menghindari pupuk berubah. Untuk ampasnya, bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
12. Dosis 20 ml/5 liter air atau 1 liter POC dengan 100 liter air.

Catatan :

Tanaman Leguminosa merupakan tanaman kacang-kacangan yg termasuk hijauan makanan ternak dan memiliki kandungan nutrisi sangat dibutuhkan oleh ternak ruminansia. Kandungan tersebut diantaranya protein yang tersedia cukup tinggi dibanding dengan jenis rumput (graminae),

asam amino dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh ternak.

Meski bnyk mengandung protein, tanaman leguminosa jg memiliki kekurangan yakni memiliki zat anti nutrisi (mimosin & tanin) yang merupakan senyawa toksik yg dpt membahayakan bagi ternak jika diberikan secara berlebihan.

Karena itu, pemberian legum harus diberikan bersamaan dengan pakan lain seperti rumput gajah, rumput raja dll.

Klasifikasi Tanaman Leguminosa :
– Keluarga: Spermatophyta
– Class: Dicotyl
– Family: Leguminoceae
– Sub Familiy: Papillionaceae
– Genus: Centrosema, Peuroria, Colopogonium
– Spesies: Pubescen, Phaseloides, Mucunoide

Jenis – Jenis Tanaman Leguminosa :
– Daun Kaliandra.
– Daun Gamal.
– Daun Lamtoro.
– Daun Turi.
– Daun Indigofera.
– Daun Sentro.
– Daun Puero.
– Daun Orok-orok.
– Daun Kacang Pinto.
– Daun Kembang Telang.
– Daun Lablab.
– Daun Kalopo.
– Daun Sorghum.
– Daun Legetan.

Karakteristik Tanaman Leguminosa :

1. Tumbuh dengan cara merambat atau menjalar (herba) dan pohon (perdu).
2. Tanaman dikotilledon dengan bijinya terdiri dari dua kotilledon atau disebut berkeping dua.
3. Sistem perakaran bercabang dan tumbuh jauh ke dalam tanah.
4. Daun berbentuk kupu-kupu.
5. Mudah tumbuh dengan baik pada berbagai kondisi tanah.


Share Artikel ini
, , ,

1 thought on “Cara Mudah Membuat Pupuk Organik Cair atau POC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *