Begini Cara Menghindari Pembobolan Digital Selama Pandemi

Share Artikel ini

Begini Cara Menghindari Pembobolan Digital Selama Pandemi.

Pandemi global COVID-19 yang terjadi sekarang telah mendorong adanya disrupsi dalam bisnis. Hal ini yang juga meningkatkan risiko penipuan berbasis teknologi atau penipuan siber.

Fenomenas ini didasari pada beberapa hal seperti banyaknya pekerja yang bekerja dari luar kantor menggunakan teknologi. Peluang yang meningkatkan resiko keamanan siber dengan traffic yang berkali lipat.

Grant Thornton, organisasi global yang menyediakan jasa audit, tax, dan advisory, baru-baru ini melakukan survey kepada 615 responden terkait latar belakang profesi seperti Akuntan, Auditor Internal, Analis Keuangan dan Tax Professional untuk melihat gambaran nyata kenaikan pembobolan selama pandemi.

Dalam survei tersebut terlihat 17 persen dari responden telah mengalami pemmbobolan. Sepanjang pandemic ini dan hanya 18 persen responden yang telah memiliki rencana penanggulangan fraud COVID-19.

Mereka juga berpendapat ada tiga peretasan yang dirasa paling berbahaya saat ini adalah pengambilalihan akun, penipuan berbasis aplikasi serta ancaman dari orang dalam.

“Berbagai indikasi menunjukkan penipuan siber memiliki risiko untuk terus meningkat beberapa bulan mendatang, bahkan saat memasuki fase new normal ini,” ujar Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (26/7).

“Beberapa langkah perlu dilakukan agar perusahaan dapat menghadapi ancaman gelombang peretasan berikutnya, melindungi aset mereka secara keseluruhan, dan memastikan tersedianya sumber daya untuk menghadapi berbagai gangguan penipuan siber tersebut,” dia melanjutkan.

Begini Cara Menghindari Pembobolan Digital Selama Pandemi yang mungkin dihadapi perusahaan.

1. Perbaharui sistem

Dalam masa pandemi kemungkinan akan terdapat banyak perubahan dalam proses bisnis. Hal ini untuk merespon secara cepat perubahan program pemerintah, peraturan, paket stimulus, faktor ekonomi, dan keputusan bisnis di tingkat eksekutif.

Sistem yang ada saat ini bisa jadi tidak relevan untuk mencatat data terkait fenomena baru.

Buat perencanaan untuk melakukan penyesuaian ataupun peningkatan dari sistem saat ini agar dapat berjalan sesuai proses yang baru.

2. Tentukan pemimpin keamanan siber di perusahaan

perusahaan perlu menunjuk ahli anti-peretasan. Orang tersebut harus memiliki akuntabilitas untuk semua program anti-peretasan selamamasa pandemi.

Orang atau tim tersebut bisa saja sudah menjadi bagian dari perusahaan. Pastikan bahwa ini bukanlah tugas biasa karena mereka akan bertanggung jawab untuk berkolaborasi dan melakukan eksekusi dengan cepat.

3. Gunakan pemodelan tanpa pengawasan

Saat teknik pemodelan yang diawasi mungkin tidak menjadi terlalu akurat ketika perilaku berubah secara dramatis.

Pengaktifan metode yang tidak diawasi (otomatisasi) seperti deteksi analisa jaringan dan pengaturan berbasis kecerdasan buatan, dapat memberikan penambahan nilai keamanan dengan cepat.

4. Buat skema peretasan

Akan sangat penting untuk proaktif dalam mengidentifikasi berbagai ancaman baru. Bentuk tim untuk mengevaluasi skema peretasan yang mungkin timbul dan kumpulkan informasi intelijen dari teman, regulator maupun mitra.

Berkolaborasi dengan tim keamanan siber juga direkomendasikan untuk menemukan berbagai sumber ancaman yang ada.

5. Adaptasi dan literasi

Deteksi peretasan bukanlah sebuah proses set-and-forget.
Perusahaan mesti selalu waspada terhadap ancaman peretasan yang semakin pintar dari waktu ke waktu.

Otomatisasi proses yang ada, peringatan terhadap ancaman serta berbagai metode lainnya dapat membantu tim menangani peningkatan volume peretasan yang mungkin mereka hadapi.

“Meskipun sejak sebelum pandemi ancaman peretasan siber sudah terasa nyata, saat ini manajemen perusahaan perlu dua kali lipat lebih waspada dan memprioritaskan pembangunan sistem perlindungan yang memadai untuk menghindari ancaman kerugian yang lebih besar,” imbuh Johanna.

Sekian artikel “Begini Cara Menghindari Pembobolan Digital Selama Pandemi”, semoga dapat menignkatkan kewaspadaan kita terhadap peretasan maya yang mungkin terjadi. [cp]

sumber: antara


Share Artikel ini
,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *